Posts Tagged ‘Lebaran’
Pulang Kampung ke Surga
Seperti halnya mudik lebaran yang butuh bekal memadai, begitu juga mudik ke kampung akhirat.
Mudik kemana pada lebaran tahun ini? Tentu ke kampung halaman. Ada yang ke Jogja, Solo, Semarang, Surabaya, Lampung, Medan dan sebagainya. Saya sendiri pulang ke rumah orang tua di Ponorogo. Warga asli Jakarta dan sekitarnya yang tiap hari pulang ke kampungnya pada lebaran bisa menikmati hari istimewa. Bebas macet!
Tapi benarkah kampung halaman itu adalah tempat di mana kita dilahirkan atau rumah orang tua tinggal? Biasanya kita langsung menjawab “Ya”. Tapi kalau ditelisik lebih lanjut, jawabannya tak hanya sampai di situ. Terima kasih kepada Adhyaksa Dault yang Rabu malam kemarin mengisi ceramah di Masjid Agung Al Azhar. Mantan Menpora ini mengingatkan kepada jama’ah yang I’tikaf di masjid bahwa sebenarnya kita memiliki kampung halaman hakiki, yaitu surga. Kok bisa?
Kalau ditarik ke belakang, maka kita akan menyadari. Orang tua kita mungkin berasal dari daerah yang disebutkan di atas. Pertanyaan berlanjut, dari mana asal orang tuanya bapak kita, orang tuanya kakek, orang tuanya buyut dan seterusnya. Mungkin kita hanya mampu menjawab sampai beberapa level nasab saja. Selebihnya hanya mengira-ngira atau tidak tahu sama sekali. Penganut teori Darwin mungkin akan menganggap bahwa dirinya adalah keturunan kera. Terserah jika mereka berfikir seperti itu. Tapi bagi orang yang beriman percaya sebagai keturunan dari Adam. Dialah manusia pertama yang hidup di bumi. Read the rest of this entry »
Selamat Idul Adha
Kumandang takbir bersahutan di sepanjang perjalanan. Di atas kereta api ini, saya hanya bisa trenyuh. Seharusnya sudah berkumpul dengan keluarga tercinta. Sementara perjalanan masih ditempuh setengah. Masih jauh waktu yang akan kutempuh. Tidak sabar menunggu esok. Untuk menunaikan sholat Ied berjamaah, melihat penyembelihan binatang kurbang, berbagi bersama masyarakat. Selamat merayakan Idul Adha. Semoga nanti bisa ikut menjadi tamu Allah, menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah. Amien,
Nokia N86 untuk Mobile Imaging
Ilustrasi Nokia N86 (model : tyo)
Pada mudik lebaran beberapa waktu yang lalu, saya mendapat pinjaman dari Nokia untuk mencoba salah satu ponsel mereka agar bisa dicoba selama di kampung halaman. Selain saya, ada beberapa teman yang juga mendapat pinjaman. Hanya pinjaman, bukan pemberian, jadi harus dikembalikan. Tapi lumayanlah bisa mencoba ponsel bagus sambil dipamerin ke teman-teman di kampung
. Dalam hal ini, saya kebagian ponsel tipe Nokia N86. Mungkin ada sebagian teman-teman yang belum tahu mengenai Nokia N86, jadi perlu kiranya saya beri overview mengenai ponsel ini.
N86 adalah ponsel andalan Nokia untuk kategori kamera. Dalam arti ponsel ini dirancang dioptimalkan sebagai perangkat mobile imaging, disamping fungsi utama sebagai alat komunikasi tentunya. Nokia N86 memiliki sensor kamera 8 megapiksel. Dibanding dengan vendor lain, Nokia termasuk terlambat dalam menghadirkan ponsel dengan resolusi sebesar itu. Karena vendor lain sudah jauh lebih dulu meluncurkan resolusi sebesar itu. Bahkan Sony Ericsson dan Samsung saat ini sudah memiliki ponsel dengan kamera 12 megapiksel. Sementara dari Nokia sendiri belum ada kabar kapan meluncurkan ponsel kamera 12 megapiksel.
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Mungkin itu prinsip yang dianut Nokia khususnya dalam hal kamera ini. Karena datang belakangan, maka beban yang dibawa pun cukup berat. Yaitu sebisa mungkin lebih baik dari yang sudah ada di kelas yang sama. Usahanya tidak sia-sia, beberapa penghargaan pun telah diraihnya. Diantaranya adalah penghargaan dari 2009 TIPA Awards untuk kategori Best Mobile Imaging Devices. TIPA (Technical Image Press Association) Award adalah penghargaan independen yang prestisius untuk industri imaging di Eropa.
Ponsel yang berjalan di atas platform Symbian S60 v3 ini memiliki lensa f/2.8 Zeiss wide-angle zoom. Diperkuat dengan fitur seperti centre weighted exposure, 1/1000 sec. shutter speed, multimode flash dan beberapa mode scene dengan macro sampai 10 cm. Belum lagi kecanggihan teknologi komunikasi dan lokasi. Setelah mengetahui seluk beluk fitur yang ada di dalamnya, saya pun siap membawanya menemani selama libur lebaran. Karena memang selain dipinjami, saya mendapat “tugas” untuk merasakan experience dari ponsel ini. Mengoptimalkan fitur yang ada dan kemudian mempublikasikan ke teman-teman.
Hal yang dicoba pertama kali tentu saja adalah kamera. Mengaktifkan fungsi kamera sangat mudah, yaitu dengan menggeser ke bawah penutup lensa yang ada di body bagian belakang. Sesudah lensa terbuka, maka user interface kamera akan aktif lengkap dengan menu-menunya. Jika tidak ada waktu atau belum bisa mengatur menu, kita bisa langsung memotret yang berarti menggunakan modus Auto. Dan tentu saja hasilnya akan lebih maksimal jika setting diatur terlebih dahulu. Apalagi mengaturnya juga tidak sulit. Misalnya untuk mengambil gambar pemandangan (landscape), tinggal mengakses ikon Scene dan memilih modus Landscape. Contohnya seperti gambar di bawah ini yaitu Jalan Sudirman, Jakarta yang sedang sepi karena ditinggal warganya pulang kampung. Gambar tersebut saya ambil pagi sekitar jam 7 tanggal 19 September 2009 atau sehari sebelum Idul Fitri.

Jendral Sudirman Statue @ Sudirman Street (Camera : N86; Mode : Landscanpe; Album : tinypic.com/a/1cehg/2)




